Thursday, February 11, 2016

Wisata Keluarga di Taman Bunga Nusantara



Taman Bunga Nusantara
Pada weekend awal tahun 2016, kami pergi ke Taman Bunga Nusantara (TBN), di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sebenarnya sudah lama sekali saya ingin ke TBN dan kini akhirnya kesampaian juga :-). TBN merupakan aset nasional yang diresmikan oleh Presiden kedua RI Soeharto pada tanggal 10 September 1995. Luas keseluruhan Taman  yaitu sekitar 35 Hektar dilengkapi dengan areal bermain keluarga “Alam Imajinasi” seluas 7 hektar dan Villa serta Gedung Serbaguna sekitar 5 hektar.



Lokasi Taman Bunga Nusantara (TBN) masih di kawasan Puncak-Bogor, yakni setelah melewati Kebun Teh Walini, Ciloto. Alamat lengkap TBN yaitu:
Jl. Mariwati KM 7 Desa Kawungluwuk
Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur 43254, Jawa Barat.
Telepon 02263-581617.


PERJALANAN

Kami berangkat dari rumah kami di kota Bogor Pukul 05.30 karena ingin menghindari kemacetan di Puncak saat weekend. Pukul 07.00 kami sudah tiba di daerah kebun Teh Walini, Puncak. Kami pun sarapan di warung-warung pinggir jalan sambil menikmati pemandangan ke kebun teh. Karena berangkat pagi, maka perjalanan lancar jaya dan tidak ada kemacetan sama sekali (andaikan sepanjang weekend puncak selalu seperti ini, hehe).

Tips:
Perjalanan dari Jakarta ke Taman Bunga Nusantara
Normal Weekday : 2 jam 30 menit
Normal Weekend : 3 jam
Sebaiknya keluar tol JAGORAWI maksimal jam 8.00 pagi

Jam buka-tutup satu arah di kawasan puncak:
08.30-11.30: Satu arah dari Bogor/Jakarta menuju Puncak
15.00-18.00: Satu arah dari Puncak menuju Bogor/Jakarta

Setelah melewati Kebun Teh Walini, akan banyak billboard dan penunjuk arah yang sangat informatif ke TBN, dijamin gak bakal tersesat deh. Namun kalau masih ragu, silahkan menggunakan GPS atau silahkan lihat peta di bawah ini.


Peta menuju Taman Bunga Nusantara

Setelah sarapan dan foto-foto sejenak, kami melanjutkan perjalanan dan tiba di TBN pukul 7.50. Waktu yang sangat tepat untuk jalan-jalan menikmati keindahan taman karena TBN belum ramai dan udara masih sangat sejuk. Karena masih sepi, serasa memiliki taman sendiri... he  hehe..

TIKET MASUK

Harga Tiket masuk di TBN yaitu sebagai berikut

Tiket Masuk (usia 4 tahun ke atas)
:
Rp
30.000,-
Tiket Dotto Trains

Rp
  40.000,-
Tiket Garden Tram

Rp
40.000,-
Parkir Motor
:
Rp
5.000,-
Parkir Mobil
:
Rp
10.000,-
Parkir Minibus
:
Rp
15.000,-
Parkir Bus
:
Rp
20.000,-



Tiket Wira Wiri

Rp
5.000,-
Tiket Rumah Kaca

Rp
2.000,-
 Peta Maze Garden /Taman Labyrinth

Rp
2.000,-













Saat membeli tiket masuk, kita akan diberikan Peta Taman.

Peta TBN
 

Baby stroller dapat dibawa masuk dan digunakan dalam taman. Sayang kami tidak membawa stroller melainkan mobil mainan kesayangan anak kami yang ternyata tidak boleh dibawa masuk karena alasan banyak tangga dan ada kendaraan (dotto train, garden tram dan mobil wira-wiri) yang lalu lalang. Akhirnya mobil-mobilan anak kami pun dititipkan. Walaupun awalnya anak kami tidak rela, akhirnya dia pun senang nan ceria saat melihat taman sambil lari kesana-kemari.

TAMAN

Saat memasuki kawasanTBN, terdapat restoran di kanan kiri pintu masuk dengan desain seperti cafe pada musim panas di Eropa.Apabila ingin naik kereta wira-wiri maka loket tiketnya ada di sebelah kanan Cafe –cafe tersebut. Dengan Rp. 5000/orang kita dapat keliling taman dengan mobil tersebut. Namun kami memilih untuk jalan kaki santai.

TOPIARI

Foto keluarga di depan Topiari Merak
Mamasuki taman kita disambut oleh Topiari Merak yang merupakan topiari terbesar di TBN. Dibutuhkan 25.000 tanaman untuk mengisi topiari, sedangkan untuk display karpetnya dibutuhkan 60.000 tanaman berbunga. Bentuk dan warna bunga yang membentuk topiari dan display karpet ini selalu berubah setiap 2 atau 3 bulan sekali. Saat kami datang, nuansa warna bunga yang ditampilkan didominasi warna merah, merah muda dan ungu.  Ini merupakan tempat foto favorit saya di TBN!

Topiari Merak tampak depan dan samping


Kolam air setelah pintu masuk
Kami pun menyusuri tangga yang dihiasi bunga dan kolam air disisi kiri dan kanannya. Anak kami tidak berhenti lari-lari dan naik turun tangga dengan ceria. Setelah berjalan menuruni tangga, kami berjalan ke arah kiri ke arah Taman Air.












Setelah melewati tangga, kita akan disambut topiari yang berbentuk 2 ekor dinosaurus “Brontosaurus”-kalau saya tidak salah ;-). Di samping topiari Brontosaurus terdapat Taman Air yang dihiasi beragam teratai, antara lain teratai raksasa Victoria amazonica dari Amerika Selatan, dan pisang Giant Arum . Selain topiari merak dan dinosaurus, juga ada topiari kerbau, barongsai dan kelinci di TBN.

TAMAN MAWAR, TAMAN PERANCIS, AIR MANCUR MUSIKAL


Taman Mawar
Selanjutnya kami berjalan menuju taman mawar yang berhadapan dengan taman Perancis. Di Taman mawar terdapat terowongan yang dihias dengan tanaman mawar. Sampai sekarang bunga Mawar masih dianggap sebagai bunga yang paling terkenal di seluruh penjuru dunia.  Di negara-asalnya China, mawar telah terkondisikan untuk beradaptasi dengan 4 iklim termasuk musim dingin atau musim salju. Di TBN, bunga mawar dipelihara dengan perlakuan khusus karena di daerah-daerah tropis seperti Indonesia bunga Mawar tidak memiliki masa dormant atau masa istirahat.



Desain taman Perancis merupakan desain masa Renaissance dengan bentuk-bentuk geometrisnya. Perdu Taiwan Beauty yang dipangkas rapi membingkai bunga warna-warni ini disebut parterre yang berasal dari frase bahasa Perancis, yaitu broderie de par terre atau "sulaman di atas tanah". Gaya taman seperti ini mencapai puncak ketenarannya pada masa kekuasaan Kaisar Louis XIV di abad ke-17. Melihat taman ini saya jadi teringat taman dengan susuann  geometris waktu saya berkunjung di istana Versailles beberapa tahun lalu. Tidak perlu jauh-jauh ke Eropa untuk menikmati nuansa taman ala Perancis :-).

Taman Perancis

Taman Perancis


Di dekat Taman terdapat air mancur menari yang diiringi musik. Pohon besar di belakang air mancur menjadi objek foto yang membuatnya seperti lukisan.

Air mancur menari

TAMAN LABYRINTH

Taman Labyrinth
Konsep Taman Maze atau lebih dikenal dengan nama Taman Labyrinth merupakan suatu gagasan arsitektural yang memperlihatkan bentuk jalan berliku tak berujung yang menuju ke istana atau tempat tempat istimewa. Konsep lainnya yang sederhana dikaitkan dengan legenda Minotaur dirancang oleh Daedalus (pada masa kekuasaan Raja Minos di Mesir) yang mengambil pola atau simbol dari Coin Cretan. Apabila pengunjung takut tersesat, pengunjung bisa membeli Peta taman labyrinth seharga Rp. 2000,-. Konon, di tengah Labyrinth terdapat taman yang indah. Namun kami sekeluarga tidak masuk ke taman Labyrinth melainkan hanya mengitarinya dari luar karena anak kami sudah tidak sabar menuju ke Taman Bermain ALAM IMAJINASI.



ALAM IMAJINASI

Alam imajinasi merupakan arena bermain yang menampilakn Bom-Bom Boat, Super Go Kart, Kereta Mini, Kolam Pancing, Kolam Bola, menunggang kuda, dan sebagainya. Untuk naik setiap wahana perlu membayar tiket dengan harga yang beragam.  Saat kami datang, permainan di Alam Imajinasi mulai beroperasi sekitar pukul 9.30 WIB (walau di brosur tertulis mulai pukul 08.00). Di sekitar area Alam Imajinasi juga tersedia beberapa warung makan.



Anak kami sedang nge-fans banget dengan kereta (T-shirt yang dia pakai pun bergambar kereta, hehe). Jadi dia pun langsung menuju loket kereta api. Harga tiketnya Rp. 15.000/orang (mulai usia 2 tahun membayar 1 tiket). Track yang dilewati kereta api mini ini cukup mengasyikkan. Kereta apinya melewati sungai mini buatan, gua mini dan jembatan. Selain itu anak kami naik Super Go-Kart dengan harga tiket Rp. 25.000/satu putaran untuk 1 orang dewasa dan 1 orang anak.

Kereta Api Mini


Go Kart dan Pohon Unik


TAMAN JEPANG

Taman ini dikelilingi tembok. Begitu memasuki taman, kita akan menemukan unsur - unsur utama taman Jepang, yaitu : batu-batuan, kayu, kesederhanaan desain, gazebo, kolam, gerakan air, dan kesunyian. Saat tiba di taman Jepang, anak kami sudah lelah dan minta digendong ayahnya.

RUMAH KACA


Rumah Kaca di TBN dibangun oleh tenaga ahli Belanda pada tahun 1994 dengan jumlah panel kaca sebanyak 3.000 unit dan luas taman sebesar  2.000 m2. Tiket untuk masuk rumah kaca yaitu Rp. 2000,-/orang.

Rumah Kaca


Jika menilik sejarahnya, pada awalnya Rumah Kaca dibuat di negara yang memiliki iklim yang ekstrem atau 4 musim. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan terhadap tanaman dari musim dingin yang keras.  Sejak itulah perkembangan teknologi berupa pembenahan dari struktur bangunannya semakin diperbarui dan dipermudah. Adapun bunga yang mengisi Rumah Kaca ini adalah bunga-bunga yang tidak bisa bertoleransi dengan iklim yang ekstrem seperti derasnya air hujan dan teriknya sinar matahari. Tumbuhan yang membuat saya terkesan di rumah kaca yaitu cabai yang berwarna-warni, namun saya lupa namanya.
 
Keluar dari rumah kaca kita disambut bendera yang berwarna-warni sepanjang jalan yang memandu kita kembali ke pintu masuk TBN. 

Bendera warna-warni

Setalah makan siang di cafe Marigold, kami coba naik kereta wira-wiri untuk sekedar melewati dan melihat taman lain yang belum kami jangkau saat berjalan kaki. Selain taman yang saya jelaskan di atas, ternyata masih banyak taman dan obyek lainnya yakni Taman Amerika, Taman Bali, Taman Palem, Taman Mediterania, Dahlia Corner, lokasi piknik, Menara Pandang dan Danau Angsa.

Saya rasa Menara Pandang merupakan salah satu obyek yang perlu didatangi karena dari Menara Pandang pengunjung dapat melihat keindahan TBN dari atas. Berhubung saat jalan-jalan saya sedang hamil trimester ketiga dan membawa batita maka kami pun tidak naik.
Setelah makan siang, yakni sekitar pukul 13.00 kami pun meninggalkan TBN dan mencari penginapan di Puncak. Saat kami meninggalkan TBN, pengunjung sudah ramai dan cuaca sudah panas. Saatnya mencari tempat sejuk nan indah lainnya...


No comments:

Post a Comment